Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi dan Soal Pelajaran Geografi SMA/MA Sederajat - Geografi

Hai Sobat BeriIlmu dari BeriLink, selamat datang di blog kesayangan kita ini.

Ya, kali ini admin bakalan share Materi dan Soal Pelajaran Geografi SMA/MA Sederajat, nih.


Materi dan Soal ini admin ambil dari beberapa sumber yang terpercaya.

Jadi buat kamu mungkin disuruh membuat catatan pelajaran Geografi bisalah ambil dari sini.


Ohiya buat kalian yang ingin support terus blog ini tetap share ya artikel dari blog ini karena bakalan banyak perubahan yang bakalan admin buat di blog belajar kita ini.

Mulai dari segi tampilan dan juga domain (link web ini) bakalan admin ganti dengan yang baru.

Supaya kalian nyaman mungkin admin bakalan memperbaiki kecepatan loading blog ini biar kalian semua tidak lelah nunggu blog ini loading.


Seperti yang admin pernah bilang, blog ini dibuat untuk mempermudah para pelajar untuk mengakses Materi ataupun Soal-soal pelajaran.

Kita tahu bahwa website belajar dan tanya jawab yang sebelah udh membuat limit setiap melihat jawaban dan kita juga harus mengunduh aplikasi untuk bisa melihat jawaban dari web tersebut tapi kita tidak mau ribet karena mungkin kita mau cepat dan harus dikumpulkan cepat tugas tersebut.

Jadi dengan adanya BeriIlmu dari BeriLink ini bisa mempermudah proses mengambil jawaban dari google.


Oke kita bahas langsung sesuai judul kita hari ini yaitu Materi dan Soal Pelajaran Geografi SMA/MA Sederajat.


Materi Pelajaran Geografi Tentang Kebudayaan

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Pengertian kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.


Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. 

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Unsur-unsur

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:

1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:

  • alat-alat teknologi
  • sistem ekonomi
  • keluarga
  • kekuasaan politik


2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:

  • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
  • organisasi ekonomi
  • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
  • organisasi kekuatan (politik)


Wujud dan komponen


Wujud

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.


Gagasan (Wujud ideal)

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

Artefak (karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.


Komponen

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:

  • Kebudayaan material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.


  • Kebudayaan nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.


Yap itu dia sedikit Materi Geografi tentang Kebudayaan kali ini.

Nanti admin akan share materi yang lainnya, jadi tetap jadikan blog ini menjadi favorit kalian ya Sobat.


Oke kita masuk ke pembahasan Soal Pelajaran Geografi SMA/MA Sederajat.


1. Apa yang dimaksud kebudayaan!
Jawaban:

Kebudayaan merupakan suatu hasil karya ciptaan seseorang, kebiasaan seseorang, kepentingan suatu masyarakat yang dilaksanakan dan dijaga dari generasi ke generasi. Kebudayaan memiliki pengertian bahwa hasil dari budi atau perilaku manusia, juga merupakan hasil dari dua pengaruh besar yaitu alam dan kodrat masyarakat yang ada.


2. Apa yang dimaksud keragaman budaya!

Jawaban:

Keragaman budaya merupakan suatu wilayah atau negara yang memiliki budaya yang cukup banyak, hal seperti ini dikarenakan adanya perbedaan suatu suku atau ras diwilayah tersebut. Contoh saja Indonesia, Indonesia memiliki 34 provinsi dimana didalamnya terdapat berbagai macam suku. Oleh karena itu Indonesia kaya akan budaya seperti contoh ada tari tor-tor dari sumatera utara, tari piring dari sumatera barat, tari saman dari aceh.


3. Jelaskan faktor yang mempengaruhi keragaman budaya!

Jawaban:

Faktor yang mempengaruhi keragaman budaya:


- Letak Geografis.

Indonesia merupakan negara kesatuan yang mempunyai ribuan pulau. Luas wilayah Indonesia juga besar yang memengaruhi banyaknya keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia. Kondisi itu, menjadikan sumber keberagaman, terciptanya seperti suku, budaya, ras, dan golongan.


Dengan kondisi tersebut menimbulkan perbedaan dalam masyarakat di Indonesia.


- Kondisi iklim dan alam yang berbeda.

Kondisi iklim dan alam antarwilayah di Indonesia berbeda-beda. Perbedaan musim hujan dan kemarau antardaerah, perbedaan kondisi alam seperti pantai, pegunungan mengakibatkan perbedaan pada masyarakat.


- Pengaruh kebudayaan asing.

Keberagaman juga bisa muncul karena pengaruh kebudayaan asing yang memiliki ciri yang berbeda. Biasanya lewat komunikasi atau mereka datang ke Indonesia. Hal tersebut menjadikan terjadinya akulturasi atau pencampuran unsur kebudayaan asing dengan kebudayaan Indonesia.


- Agama.

Agama merupakan sistem keyakinan kepada Tuhan. Kebebasan beragama dijamin oleh UUD 1945. Agama yang diakui secara sah di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu.


Keberagaman agama di tengah-tengah masyarakat menunjukkan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Semua agama meyakini akan keberadaan dan kekuasaan Tuhan. Akan tetapi, sistem keyakinan dan ibadah antara satu agama dengan agama yang lain berbeda.


- Keberagaman Ras.

Dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, menyebutkan ras adalah golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik dan garis keturunan. Setiap manusia memiliki perbedaan ciri-ciri fisik seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk muka, ukuran badan, bentuk badan, bentuk dan warna mata serta ciri fisik yang lainnya.


4. Bagaimana perkembangan kebudayaan Indonesia!

Jawaban:

Perkembangan kebudayaan Indonesia sekarang ini sangat menurun, karena banyaknya para generasi muda yang tidak mengenal budaya indonesia dan tidak berminat untuk melestarikan budaya bangsa Indonesia kita tercinta ini, oleh sebab itu para generasi mudah harus melestarikan budaya bangsa agar budaya bangsa kita tidak di curi oleh negara lain.


5. Apa pengaruh positif interaksi global terhadap perkembangan budaya!

Jawaban:

Pengaruh positif interaksi global antara lain:

-Menyatunya bermacam-macam kebudayaan hingga menjadi perubahan suatu budaya menjadi lebih lebih baik.

-Meningkatnya sikap toleransi antarbangsa.

-Banyaknya masyarakat yang ingin mempelajari budaya yang berbeda dengan budaya aslinya.

-Meningkatkan pendapatan daerah dan nasional dalam pariwisata berbasis kebudayaan.



Oke sekian pembahasan kita tentang Materi dan Soal Pelajaran Geografi SMA/MA Sederajat.

Jangan lupa untuk selalu bertanya di kolom komentar atau di Grub Telegram BeriIlmu .

Admin ingatkan Sobat sekalin untuk selalu belajar dan menjaga kesehatan dan juga selalu menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah kita.

Menjaga kesehatan diri sendiri sama dengan Melindungi orang yang ada disekitar Sobat sekalian.


Akhir kata admin menyampaikan terimakasih kepada Sobat BeriIlmu sekalian dan jangan lupa share artikel ini.


Sumber Materi Geografi-Iwan, Wikipedia dll.